Aku yang Hina

Mungkin aku pandai berkata, mengajak untuk berbuat suata yang baik, tetapi tanpa kalian ketahui mungkin aku hanya pandai menasihati namun sukar untuk melaksanakannya

Ketahuilah saudaraku.. aku hanya insan lemah yang tak luput dari kesalahan dan dosa. Jika bukan karena Allah yang menutupi aib-aibku mungkin kalian tak akan mau bersahabat denganku

Wahai saudaraku.. ku mohon apabila aku berbuat salah segeralah tegurlah aku serta bimbinglah aku, jika aku berbuat dosa nasihatilah aku dan tuntunlah aku kepada kebenaran.

Ketika Hidup Terbebani Oleh Gengsi

Gengsi? ,Ya mungkin itu sebuah kata yang tak asing lagi dikalangan masyarakat umun. Pada zaman yang modern ini gengsi menjadi suatu yang melekat terutama dikalangan kaula muda. Bagaimana tidak? Setiap anak remaja saat ini lebih mementingkan ke-gengsi-annya ketimbang percaya diri.

Lingkungan dan pergaulan ternyata dapat mempengaruhi seseorang mengidap penyakit yang bernama gengsi ini. Ketika orang yang mementingkan gengsi ia selalu ingin tampil eksis mengikuti perkembangan trend dan zaman, Alhasil biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Tekanan terhadap gengsi pun bisa masuk ke dalam diri seseorang, dengan dalih “biar enggak ketinggalan zaman” Terkadang seseorang melakukan segala cara untuk mengikuti trend yang sedang buming dilingkungan pergaulannya. Contoh : ketika seorang temanmu memakai sepatu yang sedang trend saat ini, tanpa sadar kamu mulai terpancing dan terpengaruh untuk bisa memilikinya. Tanpa berpikir panjang segala cara pun dilalukan untuk membelinya sampai-sampai uang Semester/SPP bulanan terculas hanya karena tertekan oleh gengsi.

Faktanya hanya karena gengsi dapat mebuat hidup menjadi tidak percaya diri, selalu memaksakan diri,selalu ingin ikut-ikutan, selau berpikir materialistis. Karena gengsi pula timbulah berbagai penyakit hati seperti iri, dengki, dan sifat benci selalu menjangkiti diri.

Ketika gengsi menjangkit dalam diri disaat yang sama pula hidup menjadi terbebani, boros biaya, bahkan membuat sengsara. Bila sudah terbebani gengsi hidup pun terasa berat, sempit, janggal, merasa serba kekurangan. Ya, Itulah gengsi salah satu penyakit yang sangat berbahaya dalam jiwa seseorang. So, Buanglah jauh-jauh gengsimu dan jangan sampai hidupmu diatur gengsi.

Tentang Syukur

Bersyukurlah, Allah tak mencabut nikmat-Nya kepada kita meskipun kita banyak berbuat dosa, banyak melakukan perbuatan maksiat, walaupun kita sering meninggalkan perintah-Nya dan meskipun kita kurang bersyukur

Bersyukurlah, hingga saat ini kita masih diizinkan hidup, sebab tanpa seizin-Nya kita tak dapat menikmati indahnya hidup. Bersyukurlah hari ini kita dapat beraktifitas seperti sedia kala, sebab satu jam lagi, lima jam lagi, atau esok hari belum tentu kita dapat nikmati hari

Bersyukurlah, hingga detik ini kita masih dapat menikmati hela nafas, nadi kita masih berdenyut, mata dapat melihat, mulut yang dapat berucap,tangan yang dapat membantu pekerjaan, kaki yang dapat melangkah seperti sedia kala.

Sungguh jika kita menghitung nikmat yang Allah berikan niscaya kita tak dapat menghitungnya.

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS An-Nahl ; 18)

Sudahkah kita bersyukur? ,sudahkah kita sadar akan nikmat yang Allah berikan kepada kita?, ataukah kita malah kuffur nikmat. Naudzubillah.. Semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur.